Rabu, 16 Mei 2012

MENGKRITISI MATERI LOMBA MACAPAT


MENGKRITISI MATERI LOMBA MACAPAT  MAPSI  SD/MI
DAN CARA  PENILAIAN
Oleh
SYUKUR, S.Pd

I. PENDAHULUAN
   1.  Latar Belakang
           Macapat adalah tembang Jawa yang terikat aturan banyak baris, banyak suku kata tiap baris serta sajak (Jw:  macapat inggih punika tembang ingkang winengku dening guru gatra, guru wilangan lan guru lagu). Tembang ini merupakan bagian yang tak terpisahkan  dari Mulok Wajib  yang harus  diajarkan  di jenjang  Sekolah Dasar – hingga sekolah menengah atas di  seluruh Jawa Tengah (Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 423.5/5/2010 Tanggal 27 Januari 2010). Adapun materi macapat yang harus diajarkan di Sekolah Dasar/MI/SDLB  berdasarkan Kurikulum Mulok yang berlaku di Jawa Tengah saat ini adalah sebagai berikut :
PETA MATERI MACAPAT
SD/MI/SDLB SE JAWA TENGAH
No
KL
Sm
MATERI
Kompetensi Dasar
Keter
1
III
II
Pocung
Mendengarkan tembang Pocung

2
IV
II
Gambuh
Mendengarkan tembang  Gambuh

3
V
II
Mijil
Mendengarkan tembang  Mijil

4
VI
II
Kinanthi
Mendengarkan tembang Kinanthi

           
            Dan jika merujuk kurikulum Mulok yang berlaku maka materi lomba  Macapat Mapsi  SD/MI baik yang sudah maupun yang akan dilaksanakan  tidak selaras dengan kurikulum tersebut. Kenyataan materi lomba Macapat Mapsi SD  tahun 2012  ini saja misalnya Dhandhanggula Penganten Anyar Pl Pt 6, Dhandhanggula Panglipur (Turu Lare) Pl Pt 6, Kinanthi Buminatan Cengkok lagu Mataram Sl. Pt 9 dan Kinanthi Wantah Sl. Pt 9. Menurut penulis materi lomba macapat tersebut terlalu tinggi  untuk ukuran kemampuan siswa Sekolah Dasar/MI.
             Ilustrasi  di atas diduga kuat  menjadi penyebab  rendahnya animo peserta lomba macapat Mapsi SD/MI itu yang pertama (Dari 40 sekolah dasar di suatu kecamatan yang mengikuti  lomba Mapsi cabang Macapat  hanya dua sekolah saja). Adapun yang ke dua penyebab rendahnya animo peserta adalah  banyak oknum guru SD maupun MI yang  kurang/tidak menguasai materi tentang tembang macapat tersebut. Sehingga kondisi ini baik langsung maupun tidak langsung memengaruhi  kemampuan siswa akan tembang macapat ini.
             Sebenarnya kita berharap pada setiap pelaksanaan  lomba nembang macapat ini diikuti oleh semua Sekolah Dasar/MI yang ada. Sehingga cita cita luhur bangsa untuk melestarikan   tembang warisan nenek moyang  ini terlaksana.

   2. Tujuan
             Melalui tulisan ini  sedikitnya ada dua tujuan yang hendak dicapai yaitu meningkat secara kuantitatif dan meningkat secara kualitatif serta ditujukan kepada penyusun materi lomba macapat Mapsi tingkat Propinsi dan kepada para yuri dan atau calon yuri macapat.
a.      Penyusun Materi Lomba Mapsi cabang Macapat
Para penyusun materi lomba cabang macapat seyogyanya memperhatikan kurikulum  Mulok yang berlaku di Jawa Tengah saat ini. Sehingga dikemudian hari lomba nembang macapat ini  dapat diikuti oleh peserta didik yang lebih banyak/meningkat secara kuantitatif.
b.     Calon Yuri Macapat
Untuk memperoleh penilaian yang tepat cepat akurat dan proporsional  maka  para yuri macapat seyogyanya mengetahui hal ihwal tentang macapat/meningkat secara kualitatif. Penilaian para yuri adil dan obyektifitas sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial yang berakibat menurunnya animo peserta.

II. PEMBAHASAN
             Hal yang akan dipaparkan dalam pembahahasan ini adalah khusus penilaian    nembang Macapat yang meliputi ; banyak yuri, aspek yang dinilai, formulasi, rentang nilai, format penilaian, table nilai dan alat yang diperlukan.
1.     Yuri
Untuk memperoleh penilaian yang tepat cepat dan akurat  maka dibuthkan dibutuhkan sedikitnya tiga orang yuri pada pelaksanaan lomba itu.Dan masing –masing yuri hanya menilai satu aspek saja.
2.     Aspek yang dinilai
Tembang macapat juga sama dengan jenis tembang yang lain dalam hal lirik dan lagu. Sehubungan dengan hal tersebut  seyogyanya aspek yang dinilai pada pelaksanaan lomba  nembang Macapat terdiridari:
a.       Dasar suara (laras)
b.      Teknik (leres)
c.       Penampilan

3.     Formulasi dan rentang nilai
a.       Formulasi
      Agar memperoleh kelaziman dalam penilaian maka penulis membagi prosentase penilaian  terdiri dari;  dasar suara 30 %, Teknik 50 % dan Penampilan 20 %  sehingga  nilai maksimal 100 %  
b.      Rentang Nilai
Sebagaimana lazimnya nilai ukuran suatu keberhasilan  mata pelajaran  termasuk nilai macapat di dalamnya  maka rentang nilai yang penulis tawarkan adalah dari 0 – 100.  Nol adalah nilai terendah dan 100 nilai tertinggi.

4.      Format Penilaian
Sedikitnya ada  empat  macam format penilaian yakni, format aspek dasar suara, aspek teknik, dan aspek penampilan serta rekapitulasi penilaian. Berikut adalah  empat contoh format  penilaian dimaksud.
a.Aspek Penampilan
No.Un
Busana
1-10
Sikap
1-10
Nilai
∑ 2 dan 3
1
2
3
4





b.Aspek Teknik (leres) sesuai dengan Notasi
1.      Tabel nilai untuk Dhandhanggula












Gatra
Guru Wilangan
Nilai

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

1













2













3













4













5













6













7













8













9













10

























JML
*)
Keterangan  :
Nilai setiap petak untuk dhandhanggula adalah   benar  0.59  salah 0
Nilai ini berdasarkan rumus  x 50= x 50 = 0,59
Nilai akhir teknik adalah akumulasi dari  nilai tiap – tiap petak.
Tabel  di atas khusus dhandhanggula
Saran : seyogyanya menggunakan exel
*) pindah ke kolom 2  Format Penilaian aspek teknik

          2. FORMAT PENILAIAN ASPEK TEKNIK

No Und
Nilai
Keterangan
1
2
3




c.       Aspek Dasar Suara
No Und
Bagian
Nilai
∑ 2 dan 3
Kejernihan swara
1-15
Ketepatan
1-15
1
2
3
4





 Ctatan : tiap aspek seorang Yuri           
d.      Rekaputulasi    Nilai

No undi
Nilai
Nilai
∑ 2, 3,4
Peringkat/
Juara
Yuri 1
Yuri 2
Yuri 3
1
2
3
4
5
6







               Keterangan : sebaiknya format ini menggunakan exel

III. PENUTUP
1.      Kesimpulan
            Paparan tentang mengkritisi Materi Lomba Macapat Mapsi SD/MI dan  cara penilaian  maka  dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut.
a.       Rendahnya antosias pesrta macapat karena tingginya tingkat kessukaran  materi macapat itu/tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Propinsi Jawa Tengah
b.      Rendahnya antosias peserta macapat karena masih  banyak oknum guru yang belum menguasai materi Macapat.
c.       Tidak akuratnya penilaian sehingga menimbulkan syakwa sangka yang kurang baik.
2.      Saran-saran
Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas  dalam pelaksanaan lomba macapat maka penulis sarankan :
a.       Turunkan tingkat kesukaran materi macapat
b.      Laksanakan penilaian dengan benar adil dan proposional
c.       Adakan KKG khusus membahas tentang macapat
      Menutup uraian ini penulis mengharap kritik yang bersifat membangun dan mohon maaf atas segala kekurangan. Akhirnya  melalui kegiatan lomba  nembang  macapat kita lestarikan  tembang warisan budaya nenek moyang.

5 komentar:

  1. Sae mpun niku.... pancen materi lomba macapate kedhuwuren,,... sampun kok ngge SD/SMP... wong ngge SMA mawon taksih dhuwur... niku pase ngge Lomba tingkat UMUM utaminipun piyayi ingkang panci pana Macapatan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek pancen apik lan jumbuh karo kurikulum becik mbok byawarakake marang sak sapa bae sing isih kagungan greged kepingin nguri-uri kabudayan tilaraning leluhur.

      Hapus
  2. salut...kagum....respect..buat penjenengan....aku setuju banget

    BalasHapus
  3. makacih ya Bu tu saya kenalkan yang komen paling atas tu anakku mbarep ia di SMA Sanden Yogyakarta

    BalasHapus
  4. leres...leres...leres.......
    panci damel perih ing batin kok lomba mapsi meniko
    wong lare semonten kok sampun dipeksa nembang nganggih cengkok laras lan patet, napa mudheng....???
    sinau kemawon namung mirengaken CD, 3 dinten sak derenge majeng lomba... lha niku lare napa recorder..??

    BalasHapus