Minggu, 13 Februari 2011

SATU RUPIAH


SATU HARI SATU RUPIAH SAJA
Semut yang kecil itu bisa memindahkan  bangkai yang badannya jauh lebih besar ketimbang badan  si semut itu sendiri mengapa, karena semut itu mau bergotong royong. Mengapa manusia (makhluk yang paling tinggi derajadnya) bila dibanding makluk yang lain belum mampu menyingkirkan kemiskinan?. Dan apakah  kemiskinan memang tak bisa kita antisipasi? Apakah akan kita biarkan kemiskinan terus dan terus menjerat saudara saudara kita ?

Menurut saya si bisa asal kita mau berstu padu kaya dulu dalam mengusir penjajah. Lo katanya senjata yang paling ampuh untuk mengusir penjajah bukan bedil bukan bom tapi persatuan bukan?  Ya persatuan atau boleh disebut gotong- royong. Dan dalam  syair Gugur Gunung Pl Br  karya Ki Narto Sabdha mengisyaratkan perlunya gotong royong tuk meringankan beban.  Adapun karya besar nenek moyang kita dari hasil gotong royong masih dapat kita lihat hingga saat ini misalnya  Candi Borobudur 850 M, bedug  terbesar kelas dunia ( di  Masjid Purworejo). Oleh karena itu melalui tulisan ini ayo  kita gali kembali kegiatan gotong- royong. Kita gemakan gotong royong. Kita laksanakan gotong royong guyup  rukun gayeng grengseng manunggaling kawula gusti( lirik Mbangun Desa Pl karya Ki Narto Sabdho).
Sebenarnya jika kita lihat dari  jumlah penduduk maka  bangsa  Indonesia sangat berpotensi untuk menyikirkan kemiskinan yang amat menyengsarakan itu. Coba bayangkan jika kita mau  sodakoh/menyumbang berupa uang  dengan nominal satu rupiah satu orang per hari maka akan terkumpul sama dengan jumlah penduduk Indonesia. Menurut data statistik jumlah penduduk Indonesia tahun 2005 tercatat 218,868,791 (dua ratus delapan belas juta delapan ratus enam puluh delapan ribu tujuh ratus Sembilan puluh satu) orang. Data ini dipetik dari http://www.datastatistikindonesia.com/component/option,com_tabel/task,show/Itemid,165/12 Pebruari 2011/pukul 18.51 W.I.B Jadi berdasarkan data itu maka akan terkumpul uang sebanyak Rp  218.868.791/hari. Jika seminggu, sebulan, setahun berapa rupiah uang yang dapat kita kumpulkan. Wau…. Luar biasa kan potensi kita…?
Ngomong atau mengandai-andai memang mudah tapi untuk mengimplementasikan gagasan ini?  Dan  siapa pula yang bisa dipercaya menjadi kolektor? Dan Bank mana pula yang mau menampung recehan ? Dan jika ada yang mau bagaimana cara mendistribusikan ?Aduuuuuh bingung ni…ya pokoknya  satu hari satu rupiah sajalah…!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar